Jurnalistik, Sastra yang Bangkitkan Human Interest

Sabtu, 28 September 2019 20:38 Erni Nur'aeni Kuliah

Jurnalistik, Sastra yang Bangkitkan Human Interest

 

Koropak.co.id - Seorang jurnalistik tidak hanya pandai dalam segi penulisan namun harus memiliki rasa yang diolah dalam suatu jurnalistik sastra.

Demikian disampaikan Ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Pers Asep Setiawan dalam Seminar Nasional Gebyar Jurnalis Muda yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Universitas Negeri Siliwangi (Unsil) yang dilaksanakan di Area Parkir FKIP lantai 4 Unsil, Sabtu (28/9/2019).

Asep mengatakan, setiap peristiwa melibatkan manusia karena manusia merupakan mahluk emosi, mahluk yang punya aspirasi, memiliki rasa. Oleh sebab itu jurnalistik yang baik dibalut oleh kisah-kisah kemanusiaan.

"Sastra itu banyak mengisahkan tentang kemanusiaan serta dari konteks budaya serta sosial, dan jurnalistik pun berbalut dengan politik, ekonomi, sosial, hingga budaya. Alangkah indahnya kemudian rasa bahasa dalam sastra itu bisa dinikmati dalam sebuah laporan karya jurnalistik," katanya.

Terutama, ucap Asep, dalam hal penulisan sebuah picture bukan hardnews, akan lebih kuat dengan pendekatan sastrawi.

"Sebagai contoh yaitu Najwa Sihab yang mempunyai tradisi saat penutupan membaca rangkaian puisi dan itu diapresiasi oleh Taufik Ismail karena sangat unik ketika berbicara ekonomi, politik, sosial, budaya namun dikaitkan dengan pesan puisi," katanya.

 

 

Koropak.co.id - Jurnalistik, Sastra yang Bangkitkan Human Interest

 

Baca : Ratusan Peserta Ikuti Pembekalan Jurnalistik di Unsil Tasikmalaya

Kemampuan sastra akan memperkaya bahasa, liputan, memperkaya sudut pandang dan meningkatkan daya tarik dari pembaca sehingga tidak akan menjadi jenuh. Apalagi di era sosial media saat ini, kebebasan informasi orang akan bersaing sehingga diperlukan dalam pendekatan sastra, kemudian penulisan secara human interest dan diksi-diksi yang kaya.

"Bagaimana cara kita agar karya tulis itu tidak kering dan dapat menarik para pembaca yaitu dengan memperkaya diksi-diksi dari sastra," katanya. *

 

Baca pula : Literasi Harus Membangkitkan Gairah Menulis