Guru Diberikan Edukasi Berbasis Daya Pikir Tingkat Tinggi

Selasa, 24 September 2019 20:33 Dedi Sofwan NewSmart

Guru Diberikan Edukasi Berbasis Daya Pikir Tingkat Tinggi


Koropak.co.id - PGRI Cabang Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut bekerjasama dengan Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, menggelar Workshop Pembelajaran Berbasis Higher Order Thingking Skills (HOTS) bagi guru SD se-Kabupaten Garut yang berlangsung di Aula Guru Kantor UPT Pendidikan Kecamatan Banyuresmi, Jalan KH Hasan Arif, Garut Jawa Barat, mulai hari ini, Selasa (24/9/2019)

Kepada Koropak, Ketua PGRI Cabang Kecamatan Banyuresmi, Mamun Gunawan mengatakan PGRI sebagai organisasi profesi guru melihat bahwa beban kerja guru ke depan semakin berat.

"Bukan hanya beban yang semakin berat dalam metodologi, para guru juga harus bisa beradaptasi dengan teknologi. Apalagi sekarang menghadapi peradaban nyata teknologi revolusi 4.0, yang menuntut serba digitalisasi," ucapnya.

Oleh sebab itu, ucap Mamun, dengan adanya workshop dapat memberikan satu solusi, yakni pendampingan kepada para guru tentang bagaimana menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0.

"Untuk menuju terciptanya manusia Indonesia yang produktif, kreatif dan inovatif bisa diwujudkan melalui pelaksanaan pembelajaran dengan memberdayakan cara berpikir tingkat tinggi," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Guru Diberikan Edukasi Berbasis Daya Pikir Tingkat Tinggi (2)

 

Baca : PGRI Garut Keberatan Pemotongan Zakat ASN Tanpa Pemberitahuan Dahulu

Menurut Mamun, kurikulum 2013 telah mengadopsi taksonomi bloom yang direvisi oleh Anderson dimulai dari level mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta.

"Dikarenakan tuntutan Kurikulum 2013 harus sampai pada taraf mencipta, maka siswa harus terus menerus dilatih untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Sedangkan pembelajaran berbasis HOTS, kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang tidak hanya membutuhkan kemampuan mengingat saja, namun membutuhkan kemampuan lain yang lebih tinggi, seperti kemampuan berpikir kreatif dan kritis," katanya.

Pada praktiknya, ucap Mamun penerapan pembelajaran HOTS bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan oleh guru. Disamping guru harus benar-benar menguasai materi dan strategi pembelajaran, guru pun dihadapkan pada tantangan dengan lingkungan dan intelektual siswa yang diajarnya.

"Guru sebagai ujung tombak perubahan dapat mengubah pola pikir dan strategi pembelajaran yang pada awalnya berpusat pada guru (teacher centered) berubah menjadi berpusat pada siswa (student centered)," tuturnya.*

 

Baca pula : PGRI Khitan Gratis 15 Anak Dhuafa Garut