Menuju HUT ke-58, Inilah Sejarah Pramuka di Indonesia

Selasa, 13 Agustus 2019 22:46 Wanda Kurnia Eskul

Menuju HUT ke-58, Inilah Sejarah Pramuka di Indonesia


Koropak.co.id - Hari Pramuka Nasional diperingati setiap 14 Agustus pada setiap tahunnya. Namun, tahukah kamu sejarah Pramuka di Indonesia? Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang memiliki arti jiwa muda yang suka berkarya.

Sebelum singkatan tersebut ditetapkan, kata Pramuka asalnya diambil oleh Sultan Hamengkubuwono IX dari kata Poromuko yang berarti pasukan terdepan dalam perang. Sejarah pramuka di Indonesia dimulai dengan pasang surut aktivitas organisasi, di mana kala itu Indonesia masih berada dalam masa penjajahan. Sehingga dikenal dengan 3 masa pramuka. Penasaran? Berikut Koropak telah merangkum 3 masa Pramuka di Indonesia.

1. Pramuka di masa penjajahan Belanda

Gerakan kepramukaan ini dibawa oleh Belanda ke Indonesia pada masa kolonial, didirikan oleh Belanda dengan nama Nederland Indische Padvinders Vareeniging atau NIPV atau lebih dikenal dengan Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda. Setelah Sumpah Pemuda kesadaran masyarakat Indonesia semakin meningkat, hingga beberapa organisasi kepanduan bergabung.

Pada tahun 1936, NIPV berubah nama menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI), dan melakukan kegiatan Perkemahan Kepaduan Indonesia Oemoem (Perkino) yang menjadi cikal bakal pelaksaan kegiatan Jambore hingga sekarang.

 

 

Koropak.co.id -  Menuju HUT ke-58, Inilah Sejarah Pramuka di Indonesia (2)

 

Baca : Pramuka Media Untuk Mempererat Silaturahmi

2. Pramuka di masa penjajahan Jepang

Pada masa ini gerakan pramuka terus bertahan, namun masa Perang Dunia ke-2 tentara Jepang melakukan penyerangan kepada Belanda. Sehingga banyak tokoh kepaduan yang ditarik masuk ke organisasi bentukan Jepang seperti Keibodan, PETA dan Seinendan. Jepang melarang berdirinya organisasi dan gerakan kepaduan karena Jepang menganggap gerakan Kepanduan merupakan organisasi berbahaya karena dapat meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan.

Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat gerakan kepaduan Indonesia untuk menjalankan Perkino II dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia mengusir tentara Jepang.

3. Pramuka di zaman kemerdekaan

Tidak lama setelah Indonesia merdeka, yaitu pada 28 Desember 1945 didirikan Organisasi Pandu Rakyat Indonesia di Kota Solo. Organisasi ini ditetapkan sebagai wadah kepanduan dimana anggota kepanduan Indonesia bisa bernaung. Pada tahun 1961 terdapat sekitar 100 organisasi kepaduan di Indonesia yang terbagi menjadi 3 federasi organisasi yaitu Persatuan Kepaduan Puteri Indonesia, Ikatan Pandu Indonesia, dan Persatuan Putera Puteri Indonesia.

Kemudian pada tanggal 14 Agustus 1961 Gerakan Pramuka dikenalkan pada masyarakat Indonesia dengan resmi dikenalkan pada masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu Hari Pramuka Nasional diperingati setiap tanggal 14 Agustus.*

 

Baca pula : Pramuka Diharapkan Jadi Motor Pendorong Pembangunan