Kinerja Teruji, Abdusy Syakur Kembali Dipercaya Jadi Rektor Uniga

Selasa, 06 Agustus 2019 15:54 Dedi Sofwan Kuliah

Kinerja Teruji, Abdusy Syakur Kembali Dipercaya Jadi Rektor Uniga

 

Koropak.co.id - Ketua Yayasan Universitas Garut (Uniga) Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, MT kembali mempercayakan pucuk pimpinan Uniga kepada Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng, yang diaktualisasikan dalam pelantikannya Rektor Uniga periode 2019 - 2023 yang digelar di Aula Fikom Uniga Jalan Samarang Hampor Garut, Jawa Barat, Sabtu (3/8/2019).

Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat dihadiri para pimpinan dari 8 Fakultas, 1 Program Pascasarjana, serta warga Kampus Uniga.

Dikonfirmasi Koropak, Senin (5/8/2019), Ketua Yayasan Uniga, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, MT, menuturkan kepemimpinan Abdusy Syakur untuk kali kedua diharapkan dapat meningkatkan kemajuan Uniga yang telah dicapai selama ini.

"Kami harapkan poros pembelajaran dengan proses learning to learn terus dikembangkan, di samping empat pilar pendidikan yaitu learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together. Dengan poros tersebut, diharapkan tenaga pendidik mampu meningkatkan kompetensi sehingga transfer pengetahuan kepada mahasiswa berjalan maksimal," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Kinerja Teruji, Abdusy Syakur Kembali Dipercaya Jadi Rektor Uniga (2)

 

Baca : HIPKI Dukung Wacana Pemerintah Impor Rektor Luar Negeri, Apa Alasannya?

 

 

Sementara itu, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh Yayasan Uniga dalam mengemban kembali amanah memimpin Uniga untuk 4 tahun ke depan.

"Kami menyadari di samping kemajuan yang telah dicapai selama ini, masih ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki. Kami juga akan berusaha mengedepankan konsep learning to learn yaitu belajar untuk bisa belajar dengan cepat, karena generasi muda yang akan datang tidak memiliki referensi tentang masa yang akan datang nanti, sehingga menjadi kewajiban kita untuk memberikan pedoman agar mereka mampu belajar dari situasai yang ada," ucapnya.

Abdusy juga menekankan kepada mahasiswa bahwa belajar tidak selalu harus dari buku, dan dari guru, namun belajar juga bisa dari kondisi dan alam semesta seperti peribahasa "Ngindung ka Waktu, Mibapa ka Jaman" yang artinya menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman tanpa menghilangkan akar budayanya.*

 

Baca : Gandeng Korea Selatan, Uniga dan STTG Kembangkan Sistem Pendidikan U-Learning