Mantapkan Soft Skills Mahasiswa Dalam Hadapi Bonus Demografi

Selasa, 30 Juli 2019 15:38 Erni Nur'aeni NewSmart

Mantapkan Soft Skills Mahasiswa Dalam Hadapi Bonus Demografi

  

Koropak.co.id - Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Siliwangi, Dr H Dedi Kusmayadi SE., MSi., AK, CA memaparkan arahan bagi mahasiswanya agar menjadi sosok yang bertanggungjawab dalam berbagai bidang. Mahasiswa juga harus mempunyai prestasi dengan mengasah kemampuannya.

"Seorang mahasiswa jangan hanya sebatas mengejar titel namun mempunyai sikap tauladan dan mandiri, karena tugas-tugas mahasiswa akan semakin sulit dan rumit sehingga mereka harus siap untuk dapat mampu mengungguli setiap materi-materi perkuliahan, serta dapat mencerminakan sosok mahasiswa yang bertanggungjawab dan dapat berprestasi," kata Dedi kepada Koropak, Selasa (30/7/2019) saat dikonfirmasi terkait arahan yang disampaikannya dalam kegiatan ajang The Closing X Ecofest Vol. 4 yang diadakan di Siliwangi Food Market, Minggu (28/7/2019).

 

Koropak.co.id - Mantapkan Soft Skill Mahasiswa Dalam Hadapi Bonus Demografi (2)

 

Baca : KSPM Unsil Edukasi Nabung Saham yang Mudah di Ecofest 2019

Di era 4.0, hal yang perlu disikapi saat ini oleh para mahasiswa adalah bonus demografi. Jika tidak memiliki rasa tanggungjawab untuk bersaing, lebih unggul dari lainnya maka akan tertinggal dari lainnya. Tentunya dengan mengasah diri dalam hal kemampuan, bakat minat dan lainnya.

"Di era sekarang ini, jika tidak memiliki kreativitas dan inovasi maka akan dianggap sebagai sesuatu yang 'mati'," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Mantapkan Soft Skill Mahasiswa Dalam Hadapi Bonus Demografi (3)

 

Baca : Banyak Beredar Uang Palsu, GenBI Ingatkan Masyarakat Waspada

 

Tidak itu saja, kata Dedi, mahasiswa harus mempunyai kreativitas dan inovasi, mengupdate diri, menambah pengetahuan serta menjadi mahasiswa dengan sungguh-sungguh. Meskipun di dunia kerja syarat utama adalah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi namun yang lebih dipertimbangkan dari segi kemampuan lainnya, sehingga perkaya diri dengan berbagai jenis pengetahuan masing-masing.

"Dari 500 mahasiswa Bimbingan Minat Bakat dan Penalaran (BMBP) semuanya memiliki talenta yang berbeda. Oleh karena itu, harus dikembangkan bakat potensi secara maksimal. Diharapkan masa kuliah ini diisi dengan bertanggungjawab meraih ilmu sebanyak-banyaknya, mengasah kemampuan semaksimal mungkin," ujarnya.*

 

Baca : Setelah Dilirik Jepang Mahasiswa Uniga Lolos Program Magang Di BUMN