Wajah Pendidikan Di SDN Cikadongdong Kabupaten Tasikmalaya Memprihatinkan

Rabu, 17 Juli 2019 09:46 D. Farhan Kamil NewSmart

Wajah Pendidikan Di SDN Cikadongdong Kabupaten Tasikmalaya Memprihatinkan

 

Koropak.co.id - Di tahun pembangunan infrastruktur ini, justru SDN Cikadongdog Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya yang berada di kawasan perbatasan dengan Kota Tasikmalaya, kondisinya cukup memprihatinkan. Sebanyak 28 siswa kelas 2 harus rela duduk di lantai beralaskan tikar ruang perpustakaan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung yang sejatinya dilakukan di ruang kelas.

Sesekali, mereka pun belajar di ruang kelas 1. Itupun dilakukan pada siang hari setelah ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar kelas 1 dengan jumlah siswa 11 orang, kosong.

Kepala SDN Cikadongdong, Eti Kurniasih S.Pd mengatakan, pihaknya berharap banyak kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, mendirikan bangunan ruang kelas baru agar para siswa dapat belajar dengan layak.

"Beberapa kali kami mengusulkan bantuan ruang kelas baru kepada pihak pemerintah, tetapi hasilnya nihil," tutur Eti, Selasa (16/7/2019).

 

Koropak.co.id - Wajah Pendidikan Di SDN Cikadongdong Kabupaten Tasikmalaya Memprihatinkan (2)

 

Baca : Semarak Pentas Seni SDN 7 Ciamis Berlangsung Meriah

 

Keprihatinan itupun diungkapkan salah seorang guru SDN Cikadongdong, Vini Viantini. Murid-murid sering gelisah dan dibuat tidak nyaman akibat duduk di atas lantai yang kerap tanpa alas. Meskipun ada alas tikar atau karpet, siswa kerap mengaku kedinginan dan pegal.

Ia berharap ada perhatian pihak pemerintah atau siapapun atas kondisi tersebut.

 

Koropak.co.id - Wajah Pendidikan Di SDN Cikadongdong Kabupaten Tasikmalaya Memprihatinkan (3)

 

Baca : Di Garut Ada Kucuran Dana Rp 90 Miliar Untuk Rehab Sekolah


Mendengar keprihatinan pihak sekolah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Wardana didampingi Kabid Pendidikan Dasar, Opan Sopian meninjau langsung ke lokasi.

Dari hasil peninjauan itu, Dadan menyebutkan, ruang kelas yang seharusnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar siswa, faktanya digunakan kantor sekolah. Hal itu karena tidak tersedianya ruang kantor sehingga mengambil satu ruang kelas dan siswa dipindahkan ke perpustakaan.

"Kita akan coba mengupayakan untuk mendirikan ruang kelas baru dan memadai. Namun persoalnnya di sini adalah, ketidaktersediaan lahan. Insyaallaah Pemerintah akan berusaha mencari solusi terbaik," ujarnya.*


Lihat : Terimakasih Guru SDN 1 Manangga Kota Tasikmalaya