Sistem Zonasi? Untuk Pendidikan Kok Coba-Coba

Sabtu, 22 Juni 2019 11:44 Erni Nur'aeni Sekolah

Sistem Zonasi? Untuk Pendidikan Kok Coba-Coba


Koropak.co.id - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi menjadi salah satu ancaman bagi sekolah swasta. Seperti halnya SMA Pasundan 2 Tasikmalaya yang beralamat di Jalan RE Martadinata, Kota Tasikmalaya.

Hal itu disampaikan Kepala SMA Pasundan 2 Tasikmalaya, Eri Kustiaman kepada Koropak di sela kegiatan temu alumni yang digelar di Kampus SMA Pasundan 2 Tasikmalaya, Sabtu (22/6/2019).

"Kalau dulu tanpa zonasi, kita menerima siswa dari lingkungan sekitar. Tapi dengan sistem zonasi, apalagi per kecamatan seperti yang sekarang dijalankan, akan sangat sulit bagi kita mendapatkan siswa," katanya.

 

Baca : PPDB Diatur Zonasi 90 Persen Siswa Lokal

Bagi SMA Pasundan 2 Tasikmalaya, kata Eri, sistem zonasi jadi ancaman, meskipun sampai saat ini untuk SMA Pasundan 2 Tasikmalaya belum begitu terasa dampaknya.

"SMA 2 Pasundan berada di wilayah yang dekat sekolah negeri, seperti SMAN 2, SMAN 6, dan SMAN 9 Tasikmalaya. Sistem zonasi menuntut kami untuk bersaing dengan negeri yang tentunya sangat berat bagi kami. Jadi, bagi orangtua siswa yang domisilinya dekat sini, yang dulunya masuk Pasundan, khususnya lemparan, sekarang kan nggak masuk, karena negeri masih menerima, ya karena sistem zonasi tadi," ucap Eri.


Baca : PPDB SMKN 3 Tasikmalaya Gunakan Sistem Antrian

Oleh karena itu, kata Eri, sistem zonasi benar-benar memberatkan bahkan salah satu negeri yang menerima siswa dari daerah lain saat ini tidak dapat menerima.

"Pada akhirnya sistem zonasi kan banyak diributkan, dan ada kemungkinan dicabut lagi.
Sepertinya sistem zonasi ini digulirkan awalnya coba-coba. Ya padahal buat pendidikan kok coba-coba, justru malah jadi ancaman bagi sekolah swasta seperti kami serta tidak bagus untuk kemajuan sekolah," tutur Eri.*


Baca : PPDB MA Ar-Rahman Ciamis Tak Ada Aturan Zonasi