Lika-Liku Perjalanan Lukman, Seorang Badut Sulap

Jum'at, 21 Juni 2019 18:53 Erni Nur'aeni Sosok

Lika-Liku Perjalanan Lukman, Seorang Badut Sulap


Koropak.co.id - Lukman Hermawan atau yang lebih akrab disapa Mr. Lukman merupakan seorang entertainer di Badut Galery Tasikmalaya. Saat dijumpai Koropak, Jumat (21/6/2019) Lukman menceritakan sebelum masuk ke dunia badut, sewaktu masih duduk di bangku SD, dia mahir melukis dan sering menjuarai berbagai lomba.

"Pas lulus SD, saya tidak bisa melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya, sehingga saya membantu orang tua untuk berjualan. Namun dengan keahlian saya melukis, membuat seorang pelukis Indonesia, Dadan Gandara mengambil saya sebagai anak angkat, dan mulai membimbing saya melukis, hingga akhirnya lukisan-lukisan saya sampai ke New Delhi untuk dipamerkan mewakili Indonesia," tutur Lukman.

Selepas itu, kata Lukman, dirinya melanjutkan berguru kepada pelukis Toni Yusuf, dan menggelar pameran tunggal yang dibiayai oleh seorang kolektor.

"Namun ada kejadian tidak mengenakan. Jadi sebelum dimulainya pameran tersebut, saya hunting dulu ke Jakarta. Tidak disangka ketika pulang lukisan saya semua raib digondol maling. Ada sekitar 24 lukisan yang saya jual paling murah Rp 8 juta," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Lika-Liku Perjalanan Lukman, Seorang Badut Sulap (2)

 


Sejak saat itu, Lukman ingin membuang jauh tentang dunia melukis. Sehingga Lukman hijrah ke Jakarta, dan berkeinginan masuk dunia perfilman dengan modal pembekalan teater.

"Saya mencoba apakah saya, yang tidak mempunyai sanak saudara di perfilman dapat masuk industri film? Akhirnya saya pergi dengan modal bekal ilmu teater," kata Lukman.

Kala itu, Lukman memiliki keinginan kuat untuk berjumpa aktor legenda Dede Yusuf. Namun yang ditemu justru Teguh Karya, yang menyuruhnya datang ke Gedung Bulungan di Jakarta Selatan. Sejak itulah Lukman ikut dalam pentas Pantomim bersama Joko Pantomim.

"Saat itu saya dikasih dua pilihan, sirkus atau film. Pada saat itu ditujukan ke Rafiq Film dan kebetulan sedang menggarap film yang diperankan Kiki Fatmala 'Si Manis Jembatan Ancol'. Singkat banget, malam dipanggil, paginya langsung shooting karena saya sudah kepake jadi stundman-nya Kiki Fatmala karena tingginya tidak jauh berperan menjadi Kuntilanak berakhir di 1998 pada zaman Soeharto lengser," katanya.

 

 Koropak.co.id - Lika-Liku Perjalanan Lukman, Seorang Badut Sulap (3)

 


Tahun 2002 ikut langsung ke film Angling Darma, Tutur Tinular, Dendam Nyi Pelet sampai 2004 dan melanjutkan prestasi saya di Stand Show yang ada di Taman Safari pada waktu itu dan nanti akan mengelar acara yang sama di Taman KarangresikTasikmalaya.

"Para pelatih dan ahli profesional di Stand Show berpesan kepada saya untuk membuat show sama dan sudah membuat prestasi maka mereka akan bergabung, karena mereka percaya saya orang yang tidak bermuka dua. Dan ini salah satu kesempatan untuk mengadakan acara tersebut," ujarnya.

Ditambahkan Lukman, setelah 6 tahun bekerja sebagai stuntman, mengantarkannya main film di The Raid, Merantau, dan Gong Show, yang mengantarkannya menjadi seorang konsultan show bersama Septian Dwi Cahyo.

"Perjalanan saya tergolong singkat. Saya ditawari shooting Pirate Brother melibatkan orang luar. Setelah itu, saya keluar dari Trans TV, dan bekerja di Trans Studio Bandung selama 8 tahun sebagai performance yang penuh dengan ketegangan karena adanya akrobat dan bungee Jumping bahkan membuat sebuah karakter yaitu badut," kayanya.

 

 Koropak.co.id - Lika-Liku Perjalanan Lukman, Seorang Badut Sulap (4)

 


Kemudian di tahun 2018 akhir, Lukman keluar dari Trans Studio Bandung, dan memutuskan untuk menjadi seorang freelancer meski banyak tawaran pekerjaan.

"Setelah nikah saya vakum dulu di dunia hiburan. Namun, istri saya lebih menyukai saya di bekerja di industri film daripada melukis. Di film saya memiliki basic sebagai editor, stuntman, dan penata laga," ucapnya.

Setelah mengikuti saran istri, Lukman kembali ke industri film, dan karirnya terus meningkat hingga Lukman ikut bergabung dalam project film Gundala Putra Petir karya Joko Anwar yang akan tayang di Pada 29 Agustus 2019 mendatang. Di film tersebut, Lukman berperan sebagai pemain sekaligus koreografer.

"Kalau ini sukses, selepas ini saya dapat tawaran untuk film layar lebar," ujarnya.*

 

Baca : Cecy : Badut Bukan Profesi Memalukan