Cecy, Badut Bukan Profesi Memalukan

Senin, 03 Juni 2019 18:22 Erni Nur'aeni Sosok

Cecy, Badut Bukan Profesi Memalukan

 

Koropak.co.id - Badut biasanya diidentikkan dengan sosok seorang laki-laki berpenampilan lucu memakai kostum berwarna-warni berperut gendut. Namun berbeda dengan Cecy Puteri atau disapa dengan nama panggung Kak Cecy Cicy Cuwy, seorang Badut perempuan di Kota Tasikmalaya.

Saat dijumpai Koropak, Senin (3/6/2019), Cecy menjelaskan dirinya mulai berkecimpung ke dunia badut berawal dari ajakan teman satu sekolah, yaitu Mr Andika yang merupakan seorang badut dan pesulap dari Badut Galeri Tasikmalaya.

"Diajaknya itu karena dia butuh MC (Master of Ceremony) untuk acara ulang tahun sama Mr Andika. Kebetulan dia teman satu angkatan, satu perkumpulan seni teater juga. Lambat laun saya akhirnya belajar juga sulap dan badut," kata Ka Cecy.

 

 Koropak.co.id - Cecy, Badut Bukan Profesi Memalukan (1)

 

 

Baca : Badut Tasikmalaya Ngabuburit Bareng Warga


Dalam kesehariannya, Cecy merupakan seorang makeup artist dan membuka Wedding Organizer (WO) dan ultah organizer bernama "Jilan Project". Ibu beranak satu ini pun mengakui awalnya malu menjadi badut. Kemudian terus mencoba memakai riasan badut hanya di kamar saja, bahkan saat tampil pun memakai riasan biasa. Namun kian waktu berjalan, dia memberanikan diri memakai riasan dan banyak yang mengapresiasinya, hingga menimbulkan rasa percaya diri.

"Sekarang malah senang pakai riasan dan aksesoris badut, karena ada kepuasan tersendiri. Rasanya beda saja, ada rasa bahagia pada saat bisa menghibur orang banyak, sampai tertawa bersama," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Cecy, Badut Bukan Profesi Memalukan (2)

 

Baca : Meriah, Ramadan Berbagi Bersama Wartel dan Secret Music Company

 

Kata Cecy, saat ini badut sulap menjadi mata pencaharian utamanya. Bahkan awalnya Cecy tidak berterus terang kepada keluarga tentang profesi yang dijalaninya karena ada rasa takut dan malu. Kemudian ia memberanikan diri terus terang, hingga pada akhirnya keluarga mendukung.

"Takut mereka merasa malu tapi ketika diberi tahu ternyata malah mendukung asalkan kegiatan tersebut positif dan bermanfaat," ujarnya.

Ia menceritakan, tidak semua suka dengan badut dan tidak sedikit yang takut melihatnya. Namun yang dilakukannya sebelum tampil hanya memakai kostum dan bertanya kepada penonton.

"Saya suka nanya dulu ke penonton, kalau ada yang takut saya akan memakai riasan di depan mereka. Agar mereka mengetahui kalau badut itu adalah manusia yang memakai riasan saja dan hidung serta rambut palsu, mending kalau yang takut penonton yang udah gede pasti cuma ngumpet. Kalau masih kecil pasti nangis," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Cecy, Badut Bukan Profesi Memalukan (3)

 

Baca : Jurnalis Tasikmalaya Berbagi Paket Sembako

 

Diakui Cecy, peluang pentas badut masih banyak dan terbuka luas. Bahkan tidak hanya datang dari Kota Tasikmalaya saja, ia juga pernah mendapatkan tawaran pentas di Ciamis, Banjar, Kawali, Ciawi, Karangnunggal, Cipatujah, Garut sampai Majenang.

"Semua pertunjukkan terkonsep namun ketika di panggung lebih banyak ide spontan yang muncul," kata Cecy.

Cecy juga mengaku sangat senang menekuni dunia badut selain dapat rejeki untuk menafkahi keluraga ada kepuasan diri.

"Meskipun profesi ini jarang diminati wanita namun bagi saya ini menjadi kepuasan sendiri dapat menghibur penonton dan memberikan kebahagiaan," ujarnya.*

 

Baca : Sky Project Meriahkan Ramadan Berbagi Tasikmalaya