Fanatik Belanja Jelang Lebaran, Gangguan Psikologi?

Kamis, 30 Mei 2019 19:52 Erni Nur'aeni TipSmart

Fanatik Belanja Jelang Lebaran, Gangguan Psikologi?


Koropak.co.id - Ramadan akan berakhir beberapa hari lagi. Fenomena di 10 hari terakhir Ramadan ini, sangat kontras terlihat. Mall dan pusat perbelanjaan lain mulai dipenuhi masyarakat yang hendak membeli kebutuhan untuk lebaran, seperti pakaian baru dan mempersiapkan makanan untuk lebaran.

Namun tidak banyak masyarakat yang membeli pakaian hanya untuk sekedar gengsi saja. Dikonfirmasi Koropak, Kamis (30/5/2019), Psikoterapy dari Universal Quantum Nana Supriatna atau akrab disapa Abi Nana mengatakan fenomena fanatik belanja atau shopaholic jelang lebaran menjadi sebuah kasus psikologi.

 

Koropak.co.id - Fanatik Belanja Jelang Lebaran, Gangguan Psikologi (2)

 

"Mereka akan cenderung gengsi jika tidak membeli pakaian baru di momentum Idulfitri. Semakin mengkhawatirkan lagi, tidak sedikit masyarakat yang rela meminjam uang demi bisa berbelanja baju lebaran," ujarnya.

Bagi mereka yang senang berbelanja, mereka cenderung menginginkan orang memandangnya lebih daripada yang lainnya. Penyakit psikologi ini dapat disembuhkan dengan melakukan diagnosa atau studi kasus yang dideritanya, karena terapis harus mengetahui sumber masalahnya.

"Tentunya harus didiagnosa terlebih dahulu dan solusi untuk mereka agar dapat berhenti atau mengurangi dengan cara diterapi karena sama seperti medis," ujar Abi.*

 

Baca : Perilaku Anak Berasal Dari Lingkungan