Ponpes Ibnu Siena Miniatur Indonesia

Selasa, 16 April 2019 14:03 Ahmad Mukhlis Ponpes

Ponpes Ibnu Siena Miniatur Indonesia


Koropak.co.id - Pondok Pesantren Ibnu Siena Cikoneng, Minggu (14/4/2019), mewisuda ratusan penghafal Al-Quran dan melepas calon kader santri dakwah. Hal yang menarik, Pondok Pesantren Ibnu Siena seolah miniatur Indonesia dan menerapkan ajaran Bhineka Tunggal Ika. Semua santrinya ada dari berbagai pulau di Indonesia.

Dijumpai Koropak, Selasa (16/4/2019) Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Siena, Ustaz Abi Ujang menceritakan awal berdirinya Pondok Pesantren ini dari pemikiran kebangsaan yang terkoyak oleh berbagai kerusuhan etnis dan agama. Saat itu awal 1999 terjadi kerusuhan di Kalimantan dan Maluku. Para santri di tahun awal pendirian adalah korban kerusuhan, tidak sedikit dari mereka adalah yatim, piatu, bahkan ada yang mualaf.

"Kami ingin memberikan kontribusi kepada bangsa lewat pendidikan inklusif dan keragaman. Nilai-nilai toleransi dalam kehidupan berbangsa diterapkan di Pondok Pesantren kami. Semua dengan niat karena Allah, kami tidak punya modal kekayaan untuk mengurus para santri, tapi semua bisa berjalan karena dukungan umat Islam semua daerah," ujar Ustaz Ujang.

 

Koropak.co.id - Ponpes Ibnu Siena Miniatur Indonesia (2)

 

Baca : Alami Tujuh Generasi Kepemimpinan

 

Tanpa terasa, kata Ustaz Ujang, kini para alumni generasi awal sudah lulus kuliah dan hafal Al-Quran 30 juz. Kini mereka mewakafkan ilmu di Pondok Pesantren Ibnu Siena. Niat mereka berjihad di jalan Allah, sebab Pondok Pesantren Ibnu Siena adalah wadah berjuang.

"Kami tidak punya dana yang melimpah untuk menggaji mereka. Tapi untuk menopang kehidupan mereka selalu saja jalan pembuka rizkinya. Mereka yang kelak akan meneruskan perjuangan kami," ujar Ustaz Ujang.

Berdasarkan data, kata Ustaz Ujang, santri yang mendaftar dari tahun ke tahun banyak dari Kalimantan, Maluku, Papua, dan NTT. Mereka yang kelak akan dijadikan kader dakwah di kampung halamannya. Jangan ada lagi kerusuhan sesama anak bangsa.

"Kami mengajarkan Islam yang sesuai Al-Quran dan Sunnah tanpa aliran dan mazhab tertentu. Santri kami dari berbagi aliran di kampungnya, namun setelah di Pondok Pesantren mereka diajarkan toleransi dengan amaliah lain selama ada dalilnya," ujar Ustaz Ujang.*

 

Baca : Santri Ponpes Sulalatul Huda Sambut Sandiaga Uno

Baca : Presiden RI Kunjungi Ponpes Miftahul Huda Manonjaya