Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning

Kamis, 25 Januari 2018 10:23 Eris Kuswara Ponpes

Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning

Lahirkan Insan Berahlakul Karimah

 

Koropak.co.id - Negara jin. Begitulah sebutan orang-orang di Kampung Puncak Haur. Tidak seorang pun berani tinggal karena tempatnya yang menyeramkan. Berbeda dengan Saepudin Zuhri. Ia malah tinggal di dataran yang tertinggi yaitu Puncak Haur. Bermula pada 18 Agustus 1964, di Desa Mandalaguna, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Saepudin Zuhri mendirikan pesantren di Puncak Haur.

Saepudin Juhri pantang menyerah dengan tekadnya untuk mendirikan pondok pesantren, hingga pada akhirnya kerja kerasnya berbuah manis. Seiring berjalannya waktu, Puncak Haur bukan lagi negara jin, tapi pusat penyebaran agama Islam yang kuat. Singkat cerita namanya diubah menjadi Haurkuning.

 

Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning

 

Sepulang dari Makkah tahun 1978 Saepudin Juhri menambahkan nama lengkap Pondok Pesantren yang didirikannya menjadi Baitul Hikmah Haurkuning. Untuk pengelolaannya diserahkan kepada anak pertamannya, Kyai Busyro Karim. Saat ini, Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning memiliki santri mencapai 1.600 siswa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Adapun fasilitas di dalamnnya meliputi masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, perpustakaan, laboratorium komputer, hingga laboratorium bahasa. Sementara bidang pendidikan yang diajarkan meliputi kitab-kitab kuning, dan pendidikan islami lainnya Selain pengajaran tradisional, kini Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning telah membuka kelas tsanawiyah dan aliyah.*