SDM IT Turut Berperan Jadi Penunjang Kesehatan

Sabtu, 09 Februari 2019 21:00 Erni Nur'aeni Kuliah

SDM IT Turut Berperan Jadi Penunjang Kesehatan

 

Koropak.co.id - Dalam kegiatan sosialisasi "Konsentrasi Informatika Kesehatan D3 Managemen Informatika" yang digelar STMIK DCI, Sabtu (9/2/2019), Wakil Manager Persib H Mulyana membawa dua punggawa Persib Bandung, Atep dan Tantan. Dalam kesempatan tersebut, H Mulyana memberikan motivasi serta wawasan tentang skil informasi dan telekomunikasi (IT) sangat menunjang diagnosa penyakit.

"Dengan adanya programer, akan sangat menunjang dari segi kesehatan secara akurat," ujarnya.

Mahasiswa, kata Mulyana, harus berusaha belajar dengan sebaik-baiknya untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Masyarakat Tasikmalaya pun berusaha untuk lebih maju dari sebelumnya.

"Harapannya masyarakat lebih maju lagi, terus belajar, dan terus berkarya untuk menyongsong masa depan yang cerah, " kata H Mulyana.

Ketua STMIK DCI Tasikmalaya Aneu Yuliane mengatakan dalam kegiatan tersebut, disosialisasikan salah satu konsentrasi yang ada di jurusan Manajemen Informatika yang turut berkaitan dengan kesehatan. Oleh sebab itu, ia mengundang pemateri dari STIKes Mitra Kencana yang juga merupakan seorang Wakil Manager Persib untuk memberikan beberapa pemahaman mengenai kesehatan.

"Jadi ingin STMIK DCI dikenal masyarakat luas sehingga kita saling bantu. Terlebih, kita membuka konsentrasi Informatika Kesehatan, hanya bingung dalam mencari bantuan untuk mengisi materi perkuliahan. Kita pun berinisiatif untuk bekerjasama dengan STIKes Mitra Kencana, dan Alhamdulillah, Pak Mulyana mau ke kampus kami bersama tim Persibnya, " ujar Aneu.

 

 

Koropak.co.id - SDM IT Turut Berperan Jadi Penunjang Kesehatan (2)

 

Baca : Lulusan STMIK DCI Dituntut Mandiri

 

Perihal konsentrasi Informatika Kesehatan, kata Aneu, mahasiswa yang mengambil konsentrasi tersebut, ke depannya akan ditempatkan menjadi salah satu operator di Puskesmas-Puskemas, karena operator saat ini diwajibkan dari ahli informatika (IT) yang mengerti tentang kesehatan.

"Karena Puskesmas saat ini mewajibkan operatornya itu berasal dari orang-orang IT, sehingga kita melakukan kerjasama, kalau sudah kerjasama maka akan mudah menyampaikan segala sesuatunya," katanya.

Tidak hanya konsentrasi Informatika Kesehatan saja yang dibuka di STMIK DCI, adapula konsentrasi Informatika Industri atau kelas magang yang telah hadir lebih dulu pada tahun 2018 dengan jumlah mahasiswa 120 orang.

"Jadi kita saat ini mempunyai dua konsentrasi informatika, yaitu kesehatan dan industri. Konsentrasi ini berada di semester 3 sampai 6," ujarnya.

Aneu berharap dengan adanya sosialisasi tersebut mendorong STMIK DCI Tasikmalaya lebih maju dan berkembang.*

 

Baca : Sebanyak 78 Mahasiswa STMIK DCI Diwisuda