Kekurangan Bukan Halangan Berkarya

Senin, 21 Januari 2019 15:16 Erni Nur'aeni Sosok

Kekurangan Bukan Halangan Berkarya


Koropak.co.id - Kekurangan bukan adalah akhir dari segalanya. Justru harus dijadikan spirit untuk tetap semangat menjalani hidup, dan berkarya memberikan kebermanfaatan bagi diri, keluarga, nusa dan bangsa. Seperti halnya yang dilakukan Heri Budiana, seorang pianis asal Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya. Kehilangan satu kakinya akibat polio sejak kecil, Heri tetap semangat menjalani hidup, dan bahkan menjadikannya kuat, dan tidak ingin dikasihani oleh orang lain.

Dijumpai Koropak selepas penampilannya di Helaran Seni Pacantel Rasa yang digelar di Aulia Sukriya Bakti Institute Agama Islam Latifah Mubarokiyh (IAILM) Suryalaya, Minggu (20/1/2019), Heri mengaku sedih jika dikasihani orang lain. Oleh sebab itu, Heri memilih menggali potensi yang ada dalam dirinya.

"Ayah saya seorang PNS. Beliau tahu harus mendidik saya seperti apa. Beliau mengajarkan saya dengan cara memberi contoh beberapa pekerjaan dan diteruskan oleh saya. Contohnya membuat struktur organisasi guru yang dikerjakan ayah saya, kemudian saya teruskan. Itu yang membuat saya mandiri meski terbatas seperti ini," kata Heri.

 

Koropak.co.id - Kekurangan Bukan Halangan Berkarya (2)

 

Baca : Sah, 20 Januari Hari Pacantel Tasikmalaya

Heri juga mengaku pernah mengikuti beberapa pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan, saat ini Heri membuka tempat reparasi barang-barang elektronik di kediamannya. Tidak itu saja, Heri pun pandai memainkan tuts nada di piano keyboard dan menjadi salah seorang pianis yang diundang untuk meramaikan acara Helaran Pacantel Rasa.

"Bermain piano itu mengisi waktu saja. Jadi kalau tidak ada kerjaan atau sedang jenuh ya main piano," katanya.

Bahkan Heri pun selalu mengajak kaum difabel lain untuk keluar dari zona nyaman, dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang akan bermanfaat bagi masing-masing.

"Saya selalu mengajak mereka yang sama seperti saya untuk ikut dalam pelatihan, sebab hal itu akan jauh bermanfaat bagi dirinya, karena hidup tidak selamanya mengandalkan orang lain, apalagi orang tua," kata Heri.

Meskipun dirasa sulit, namun Heri mempunyai keyakinan orang berkekurangan akan jauh melampaui orang normal pada umumnya. Sehingga yang harus diubah yaitu pola pikir, serta memberikan wawasan luas kepada orang terdekatnya.

"Pengaruh lingkungan sangat kuat dan sedikit demi sedikit pikiran mereka akan terbuka," ucapnya.*

 

Baca : Qori XTC Tasik Utara Ramaikan Pacantel Rasa