Pemuda Kreatif dari Tasikmalaya Utara

Jum'at, 10 Agustus 2018 18:15 Dede Hadiyana Sosok

Pemuda Kreatif dari Tasikmalaya Utara

 

Koropak.co.id - Seorang pemuda bernama Arip Permana Teguh yang berasal dari keluarga sederahana di wilayah Kampung Balandongan Rt 02 Rw 11 Desa Pagersari, Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya ini memiliki hobi atau kebiasaan yang unik dengan membuat kliping dari koran.

Bermula sejak masa sekolah mendapatkan tugas membuat sebuah kliping pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sejak itu, dengan pola berpikir kedepan bahwa koran tersebut sampai tua pun masih berlaku dan apabila dibuat berebentuk kliping tentu akan menjadi sebuah buku yang nantinya akan menarik dibaca.

Pemuda kelahiran 27 Desember 1987 ini ketika melihat kliping tersebut berpikir bagaimana caranya agar masyarakat mengetahui tentang ilmu pengetahuan yang terdapat dalam koran yang sudah menjadi kliping.

Adapun koran yang dipilih untuk dijadikan kliping meliputi rubrik pendidikan, tausiyah atau renungan, pariwisata, resep-resep masakan, dan tentunya yang menarik dan bersifat ilmu pengetahuan.

Baca : Arip Permana Teguh Berbagi Ilmu dengan Pesan Singkat


Pemuda Kreatif dari Tasikmalaya Utara

 

Kepada Koropak, siswa lulusan tahun 2006 di SMAN 1 Ciawi Tasikmalaya menuturkan setiap hari berlangganan koran. Namun, karena ada sesuatu hal ekonomi akhirnya beralih menjadi satu bulan sekali secara sekaligus.

"Di dalam koran itu terdapat tiga unsur 'i' yakni info yang sifatnya sementara, iklan yang sama sifatnya sementara juga, dan ilmu yang sifatnya kekal. Nah, ilmu itu yang diambil untuk dibuat kliping," ujarnya.

Menurut Arip, ilmu yang jelas sifatnya itu berlaku dan bermanfaat sampai kapanpun, dalam hal ini, Arip menulis dan mengabadikan sebuah ilmu dalam bentuk kliping dan tulisan yang memberi dampak pada kualitas belajar yang lebih maksimal.

"Ilmu itu kuncinya dunia. Coba jika kita hidup di dunia ini tidak ada ilmu, pasti dalam menjalani hidup itu akan mengalami kebingungan. Maka dari itu, hargailah yang namanya ilmu, walaupun hanya berbahan dasar kertas." tambahnya.

Seiring perkembangan jaman yang sifatnya digital, sistem yang digunakan untuk mengumpulkan ilmu pengetahuan dan dibagikan kesemua orang masih bersifat manual. Dengan membuat kliping dan mengirimkan ilmu pengetahuan melalui pesan singkat atau sms.

Arip berharap, generasi muda jangan terlalu mengandalkan teknologi digital berupa gadget, karena gadget itu sebuah benda, dan benda terlalu rentan akan kerusakan.

"Walaupun zaman sudah maju dan berkembang namun jangan pernah melupakan masa lalu, tidak ada masa sekarang kalau tidak ada masa lalu. Dan juga jangan terlalu terfokus dengan internet atau media digital, harus ingat dan gunakan juga teknologi yang manual," katanya.*