Pondok Pesantren Suryalaya

Selasa, 19 Desember 2017 10:23 Eris Kuswara Ponpes

Pondok Pesantren Suryalaya

Terkenal Akan Metode Inabahnya

Koropak.co.id - Suryalaya merupakan sebuah nama dari Pondok Pesantren yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pesantren ini juga terkenal dengan Inabahnya yaitu suatu program yang dikhususkan untuk mengobati para pecandu narkoba dengan metode dzikir. Berdasarkan sejarahnya Pondok Pesantren ini dirintis oleh Syekh Abdullah bin Nur Muhammad atau lebih dikenal dengan panggilannya yaitu Abah Sepuh pada awal 1905. Pada awal mula masa perintisannya pun mengalami berbagai macam rintangan dan hambatan.

Hambatan tersebut sendiri datang dari pemerintah kolonial Belanda, masyarakat disekitar pesantren serta lingkungan alam (geografis) yang cukup menyulitkan. Sehingga akhirnya pada 7 Rajab 1323 Hijriah atau 5 September 1905, Abah sepuh dapat mendirikan sebuah pesantren dengan berupa mesjid yang terletak di kampung Godebag desa Tanjung Kerta Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Nama dari Suryalaya itu sendiri diambil dari istilah Sunda yaitu Surya = Matahari dan Laya = Tempat Terbiy sehingga Suryalaya mengandung arti secara harfiah yaitu Tempat Matahari Terbit.

Baca : Metode Pembersihan Jiwa 

Pondok Pesantren Suryalaya
Suasana pengangkatan jenazah Abah Anom, pimpinan pesantren menuju Ke pemakamannya

 

Masa kepemimpinan dari Pondok Pesantren Suryalaya sering berganti pada setiap tahunnya. Kepemimpinan tersebut diantaranya :
1. Abah Sepuh (sejak 1905-1956)
Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad atau Abah Sepuh ini memimpin Pondok Pesantren Suryalaya sejak pertama didirikan. Pada 1908 atau 3 tahun setelah berdirinya Pesantren ini, Abah sepuh mendapatkan Khirqoh (legitimasi penguatan sebagai guru mursyid) dari Syeikh Tholhah bin Talabudin dalam Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. Sehingga untuk kelancaran tugas beliau dalam penyebaran Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, dibantu oleh 9 orang wali talqin.

Pada 1956, Abah Sepuh wafat di usianya yang ke 120 Tahun sehingga kepemimpinan dan kemursyidannya dilimpahkan kepada putranya yang ke 5 yaitu KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin yang lebih akrab dipanggil dengan sebutan Abah Anom.

2. Abah Anom (sejak 1956-2011)
Pada awal kepemimpinannya, Abah Anom mengalami banyak kendala diantaranya pemberontakan DI/TII. Pada masa itu juga Pesantren ini sering mendapatkan gangguan dan serangan dengan sudah terhitung sebanyak 48 kali serangan yang dilakukan oleh DI/TII. Pada masa pemberontakan PKI 1965, Abah Anom juga banyak membantu pemerintah untuk menyadarkan kembali eks anggota PKI untuk kembali ke jalan yang benar menurut agama Islam dan Negara.

Perkembangan dari Pesantren Suryalaya pun semakin pesat dan maju setelah pemberontakan DI/TII dan PKI berhasil dilumpuhkan. Dan faktor yang paling dominan adalah dengan banyaknya masyarakat dari berbagai daerah ingin belajar Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. Sehingga pada 11 Maret 1961 atas prakarsa alm. H. Sewaka mantan Gubernur Jawa Barat (1947-1952) dan mantan Menteri Pertahanan RI alm. Iwa Kusuma Sumantri (1952-1953), maka dibentuklah Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya.

Tujuan dari dibentuknya yayasan ini adalah untuk membantu tugas Abah Anom dalam penyebaran Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah serta dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Setelah pembentukan yayasan tersebut, Pondok Pesantren ini pun semakin dikenal oleh seluruh pelosok Indonesia, bahkan juga sampai ke mancanegara diantaranya Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Australia dan negara di Eropa serta Amerika.

Sehingga dengan demikian pula, ajaran Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah pun semakin luas perkembangannya. Maka untuk membantu tugas dari Abah Anom sebagai mursyid, akhirnya dia mengangkat para wakil talqin yang tersebar hampir di seluruh Indonesia dan juga di beberapa negara di luar negeri. Pada masa kepemimpinannya juga, Pesantren ini berperan aktif dalam kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, pertanian, kesehatan, lingkungan hidup, dan kenegaraan.

Hal tersebut juga dibuktikan dengan penghargaan yang diperoleh Pesantren baik itu dari presiden, pemerintah pusat dan daerah, bahkan dari dunia internasional atas prestasi dan jasa-jasanya tersebut. Dengan demikian pula eksistensi dan keberadaan Pondok Pesantren ini semakin kuat dan dibutuhkan oleh segenap umat manusia. Setelah menuai berbagai prestasi yang gemilang pada masa kepemimpiannya, Abah Anom pada akhirnya wafat di hari senin 5 September 2011 pukul 11.55 WIB di usianya yang ke 96 tahun.

Pondok Pesantren Suryalaya
Sarana mesjid Pondok Pesantren Suryalaya

 

Pondok Pesantren ini berlokasi di Dusun Godebag RT.01 / RW.02, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Tanjungkerta, Pagerageung Tasikmalaya dan menyediakan berbagai lembaga pendidikannya sebagai sarana bagi masyarakatnya, lembaga pendidikan tersebut di antaranya :

1. Lembaga pendidikan formal
Pada masa Abah Anom, lembaga-lembaga pendidikan baik secara langsung ataupun tidak sangat berperan serta dalam mengembangkan Tarekah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah yang pada masa Abah Sepuh pengembangannya hanya terbatas melalui media tradisional pesantren, maka pada masa kepemimpinan Abah Anom selain menggunakan media tersebut ditambah lagi dengan melalui lembaga pendidikan formal yang didirikannya mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Sehingga semua hal tersebut sangat berperan dalam mengembangkan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah tersebut. Lembaga pendidikanyang terdapat di lingkungan Pesantren pun terbagi 2 yaitu pendidikan formal dan non-formal. Untuk pendidikan formal terbagi lagi menjadi 2 yaitu pendidikan formal umum dan keagamaan.

- Pendidikan formal umum
Pendidikan ini meliputi diantaranya Taman Kanak-kanak, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Sekolah Menengah Umum, Sekolah Menengah Kejuruan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Latifah Mubarokiyah.

Baca : STIE Latifah Mubarokiyah

- Pendidikan formal keagamaan
Untuk pendidikan formal keagamaan tersebut yaitu Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Madrasah Aliyah Keagamaan, Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah.

2. Lembaga pendidikan non-formal
Yang termasuk ke dalam lembaga pendidikan non-formal ini diantaranya :
- Pengajian Tradisional
- Inabah
Inabah merupakan istilah yang berasal dari Bahasa Arab "anaba-yunibu" (mengembalikan), sehingga inabah berarti pengembalian atau pemulihan. Atau maksudnya adalah proses kembalinya seseorang dari jalan menjauhi Allah ke jalan yang mendekat kepada Allah. Istilah ini juga digunakan di dalam Al-Qur'an surat Al-luqman ayat ke 15 dan Asy-Syura ayat ke 10 dan surat lainnya. Abah Anom menggunakan istilah ini sebagai metode bagi program rehabilitasi pecandu narkotika, remaja nakal, dan orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

Konsep perawatan yang dipakai untuk korban penyalahgunaan obat serta kenakalan remaja adalah dengan mengembalikan orang tersebut dari perilaku yang selalu menentang kehendak Allah atau maksiat menjadi perilaku yang sesuai dengan kehendak Allah SWT. Metode ini mencakup seperti Mandi, Sholat, Talqin Dzikir dan pembinaan. Selain dengan kegiatan tersebut ditambah lagi dengan memberikan kegiatan tambahan seperti Baca Al-Qur'an, berdo'a, tata cara ibadah, ceramah keagamaan dan olahraga.

Baca : Kuliah Umum Kewirausahaan STIELM Suryalaya

Selain itu juga setiap anak bina di evaluasi untuk mengetahui perkembangan kesehatan jasmani dan rohaninya. Evaluasi tersebut diberikan dalam bentuk wawancara atau penyuluhan dengan ustadz atau para pembina inabah tersebut. Dengan program tersebut pulalah maka KH. A. Shohibulwafa Tajul Arifin mendapatkam penghargaan "Distinguished Service Award" dari IFNGO on Drug Abuse serta penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia atas jasanya di bidang rehabilitasi korban narkotika dan kenakalan remaja.

Untuk kegiatan inabah itu sendiri terletak di beberapa lokasi diantaranya :
1. Pondok Remaja Inabah I Malaysia di Kuala Nerang, Kedah, Malaysia
2. Pondok Remaja Inabah VII di Kampung Rawa Sukahening Rajapolah Tasikmalaya
3. Pondok Remaja Inabah XI di Kampung Ciseuti Pagersari Pagerageung Tasikmalaya
4. Pondok Remaja Inabah XIV di Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya
5. Pondok Remaja Inabah XVII Putri di Sukamulya Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis
6. Pondok Remaja Inabah XVIII di Cijulang Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis
7. Pondok Remaja Inabah XIX di Jalan Sidotopo Kidul No.146-148 Surabaya
8. Pondok Remaja Inabah XX di Desa Puteran Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya
9. Pondok Remaja Inabah XXIV di Sindangherang Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis
10. Pondok Remaja Inabah XXV di Banjarangsana Kabupaten Ciamis
11. Pondok Remaja Inabah XXVI di Desa Tanjungkerta Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya
12. Pondok Remaja Inabah XXVII di Pagerageung Tasikmalaya.*

 

Baca pula : Baca : Milad STIE Latifah Mubarokiyah