Cerdas Memilih Jurusan di SMK

Kamis, 14 Desember 2017 07:00 Eris Kuswara TipSmart

Cerdas Memilih Jurusan di SMK

Sesuaikan dengan Minat

Koropak.co.id - Orangtua selaku penentu terhadap jalur pendidikan anak-anaknya, perlu memerhatikan secara cerdas saat memilih jurusan SMK. Orangtua yang salah dalam menentukan pilhan jurusan di SMK bagi anak-anaknya akan berdampak buruk, tidak saja anak menjadi kurang semangat dalam belajar karena merasa tidak cocok dengan jurusan yang sudah dipilih, bahkan masa depan anak-anak pun akan menjadi tidak menentu. Oleh sebab itu, guna menghindari salah memilih jurusan di SMK, berikut Koropak akan membagikan cara cerdas memilih jurusan di SMK.

1.Sesuaikan pilihan juruan dengan minat, hobi atau hal lain yang diminati anak guna memperoleh yang terbaik bagi diri anak. Jangan pernah sekalipun orangtua memaksakan kehendak yang belum tentu cocok dengan hati nurani anak.

Cerdas Memilih Jurusan di SMK2.Guna menjadi bahan pertimbangan, carilah referensi dan informasi sebanyak mungkin saat memilih jurusan. Ketahuilah setiap jurusan memiliki karakteristik, biaya serta perlengkapan yang berbeda. Termasuk dalam mencari informasi tentang SMK yang memfasilitasi jurusan yang diinginkan anak serta bagaimana reputasi sekolah terkait.

3.Guna meraih nilai yang baik saat UNAS, anak-anak harus diarahkan untuk mempersiapkan dirinya. Dengan persiapan yang baik akan mempermudah bagi anak untuk mendapatkan jurusan sesuai dengan pilihannya. Ingatlah jurusan pilihan atau favorit merupakan jurusan yang memiliki daya saing yang ketat, sementara daya tampungnya sangat terbatas.

4.Pilihlah jurusan yang kelak memiliki peluang kerja serta karir yang besar. Beberapa faktor yang diterapkan oleh perusahaan besar dalam memilih calon pegawainya adalah dengan melihat beberapa faktor. Faktor-faktor yang menjadi modal utama dalam melamar pekerjaan, antara lain; latar belakang pendidikan, pengalaman, dan kompetensi.

5.Jangan pernah merasa minder atau gengsi saat menimba ilmu di SMK manapun. Tetaplah memiliki niat sekolah di SMK untuk mencari keterampilan atau life-skill sebagai 'amunisi' mencari kerja.*