Kiat Kuliah di Luar Negeri

Senin, 04 Desember 2017 13:44 Eris Kuswara TipSmart

Kiat Kuliah di Luar Negeri

Bahasa Inggris Minim Tidak Jadi Halangan

koropak.co.id - Berbagai pendapat dan pandangan yang menyatakan bahwa untuk studi ke luar negeri harus memiliki kemampuan bahasa inggris yang sesuai dengan skor TOEFL dan IELTS yang ditentukan. Lalu bagaimana kalau skor TOEFL dan IELTSnya rendah, gak bisa studi ke luar negeri dong? Siapa bilang kalau kemampuan bahasa inggris Anda minim tidak bisa studi ke luar negeri? Walaupun kemampuan bahas inggris Anda minim, Anda tetap bisa studi ke luar negeri kok. Berikut kiat dari Koropak.

1. Gali dan tingkatkan kemampuan lainnya
Tidak mempunyai kemampuan bahasa inggris harus miliki kemampuan dalam bidang lainnya. Untuk studi ke luar negeri kemampuan bidang tertentu sangatlah diperlukan, baik softskill maupun hardskill. Gali lebih dalam dan tingkatkan terus kemampuan yang Anda miliki. Cari-cari berbagai pengalaman untuk mengali dan meningkatkan kemampuan. Tidak hanya kemampuan saja yang pelu digali dan tingkatkan tapi ilmu pengetahu dan wawasan yang luas perlu diperdalam.

2. Pilih jurusan yang tidak membutuhkan kemampuan bahasa inggris
Tidak semua jurusan di perguruan tinggi luar negeri membutuhkan kemampuan berbahasa inggris tapi ada jurusan lain yang bisa jadi aternatif Anda untuk memilih jurusan yang cocok dan tepat untukmu. Cari tahu jurusan-jurusan apa saja yang bisa Anda pilih. Contohnya adalah jurusan sastra selain bahasa inggris, jurusan eksakta, dll. Pokoknya selama proses mencari informasi-informasi studi baik jalur non beasiswa maupun jalur beasiswa cari jurusan yang tidak menggunakan kemampuan bahasa inggris.

3. Pilih negara tujuan yang bahasa utamanya bukan bahasa inggris
Selain memilih jurusan kuliah yang tidak menggunakan kemampuan berbahasa inggris, Anda bisa memilih negara tujuan lainnya yang bahasa utamanya tidak menggunakan bahasa inggris. Negara-negara yang tidak menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa utamanya adalah Jepang, Korea, Hongkong, Jerman, Belanda, dan lainnya.

4. Tingkatkan IP setinggi mungki
Gak perlu takut gak bisa bahasa inggris. Tinggal meningkatkan IP setinggi mungkin. IP yang tinggi bisa menjadi nilai bonus bagi Anda untuk keterima studi ke luar negeri. Ketika Anda memiliki IP yang tinggi, kemampuan bahasa inggrismu tidak terlalu diutamakan dan dipentingkan.


5. Buat essay yang menarik
Untuk studi ke luar negeri baik jalur beasiswa dan jalur non beasiswa essay sama-sama dibutuhkan dan diperlukan sebagai syarat pengajuan studi ke luar negeri. Essay isinya adalah sebuah cerita yang Anda buat maksimal 500 kata. Temanya itu tergantung perguruan tinggi atau tergantung pihak pemberi beasiswanya. Selama membuat essay katakan dalam jujur di essay tersebut bahwa kemampuan bahasa inggris Anda itu minim.


6. Harus bisa menyakinkan saat proses wawancara
Tahap terakhir dalam proses penerima calon peserta didik yang akan menempuh pendidikan ke luar negeri adalah tahap wawancara. Akan ada banyak pertanyaan yang akan diajukan ke Anda. Anda mempunyai keinginan untuk studi keluar negeri harus bisa menyakinkan pihak wawancara terhadap jawaban-jawaban yang Anda berikan. Berikan jawaban dengan cara bercerita. Bayangkan saja bahwa pihak pewawancaranya adalah orang yang ingin mendengarkan sebuah cerita dari Anda.

Nah, sudah tahukan bagaimana caranya? Masih gak yakin dan pasrah nih untuk studi ke luar negeri? Jangan dong! Kalau Anda gak percaya coba aja tips yang sudah aku kasih tahu tadi. Selamat mencoba ya.*