Alami Tujuh Generasi Kepemimpinan

Kamis, 08 Maret 2018 07:45 Kemala Adiyatma Ponpes

Alami Tujuh Generasi Kepemimpinan

Ponpes Riyadlul Ulum Wadda’wah Condong

Koropak.co.id - Pondok pesantren Riyadul Ulum Wadda'wah yang beralamat di Kampung Condong, RT 01/ RW 04, Kelurahan Setianegara, Cibeureum, Kota Tasikmalaya berada di bawah pimpinan KH Nawawi dan telah mengalami 7 generasi kepemimpinan.

Nawawi mendirikan pesantren akhir abad 18 dengan bukti sejarah adanya wakaf tanah seluas 400 tumbak dari Pangeran Kornel Sumedang. Sepeninggal Nawawi, perjuangannya dilanjutkan anaknya, KH Adrai.  Sehubungan KH Adrai membuka pesantren di daerah yang lain, maka pesantren ini diserahkan kepada menantunya, KH Hasan Muhammad.

Alami Tujuh Generasi KepemimpinanDari tahun 1986 sampai tahun 2014, Ponpes Riyadlul Ulum dipimpin adik almarhum, KH Ma’mun. Sejak 2014 sampai sekarang pimpinan pesantren diamanatkan kepada putra tertuanya, KH Diding.

Pesantren ini berdiri di atas area hektar tanah dengan fasilitas asrama putra, asrama putri, gedung sekolah , mesjid, mushola , fasilitas lab, fasilitas olahraga, lahan perkebunan, lahan perikanan, MCK dan lain sebagainya.

Pada awalnya pesantren ini hanya mengajarkan kitab kuning, hingga sudah banyak alumninya yang menjadi pejuang penyebar agama di berbagai daerah yang datang dari pelosok nusantara dan luar negeri.

Sejak tahun 1985 pondok pesantren ini sudah mulai memadukan kurikulum pondok pesantren dengan kurikulum Gontor, dan sejak 2001 sudah memadukan dengan kurikulum pendidikan nasional, yaitu  SMP terpadu.

Ada beberapa kegiatan ekstrakulikuler yang dapat diikuti oleh para santri yaitu, Muhadloroh adalah kegiatan ekstra kulikuler wajib yang berisi latihan pidato, Muhadatsah yang berisi latihan percakapan dengan menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Barjanji yaitu ekstrakulikuler yang berisi latihan membaca syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Konstitusi RI Prof. Dr. Arief Hidayat S.H., M.S menyampaikan materi dalam Kuliah Umum di Ponpes Riyadlul Ulum Condong yang mengangkat tema "Mahkamah Konstitusi sebagai Pengawal Ideologi".


Baca Pula : Ketua MK Kuliahi Ribuan santri


Dalam paparannya, Arief mengajak pada santri untuk bisa menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa dan pemerkokoh persatuan NKRI. Dalam hal tersebut, Mahkamah Konstitusi betugas menegakan konstitusi dan mengawal ideologi bangsa.

"Abad ke-21 ini ditandai dengan kemajuaan tehnologi informasi. Kemajuan tersebut bisa kita lihat dan nikmati. Kemajuan teknologi informasi juga mempunyai dampak positif dan negatif. Maka dari itu, kita harus berhati-hati terhadap dampak negatif perkembangan tekhnologi informasi. Harus kita tangkal karena berpotensi mempengaruhi budaya di Indonesia," katanya.

Arief juga berharap agar ponpes bisa menjadi benteng Pancasila dan menjaga NKRI. Menurutnya, eksistensi ponpes sangat penting karena ponpes sangat cinta Indonesia. Dalam kuliah umum tersebut, Arief juga memberikan donasinya untuk pembangunan Aula Ponpes Riyadlul Ulum sebesar Rp 50 Juta.*