Perpustakaan Saung Galah, Media Edukasi Literasi Dan Budaya

Sabtu, 20 Maret 2021 09:20 Dede Hadiyana NewSmart

Perpustakaan Saung Galah, Media Edukasi Literasi Dan Budaya

 

 

Koropak.co.id - Perpustakaan Saung Galah merupakan rumah baca dan bahasa sebagai media edukasi yang bergerak di bidang literasi serta bergerak di bidang kebudayaan tentang 'Kaulinan' atau permainan tradisional anak-anak.

Berdiri sejak tahun 2017 lalu di Desa Sukamulya Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, rumah baca tersebut dibangun dengan wadah perpustakaan termasuk fokus memberikan pelajaran bahasa kepada anak-anak yang diantaranya bahasa nasional yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah yakni bahasa Sunda, dan bahasa asing yakni bahasa Inggris.

Berbincang dengan Koropak, Pendiri Perpustakaan Saung Galah Teten Muharam mengatakan, berdirinya Saung Galah atas dasar sosial dimana fenomena yang terjadi pada anak-anak masa kini dari banyaknya hal-hal negatif modernisasi yang berdampak pada karakter anak.

"Dalam pendidikan yang diberikan, kami lebih menonjolkan pada pendidikan karakter karena usia anak 6 sampai dengan 13 tahun merupakan masa emas. Terlepas dari itu semua, pelajaran-pelajaran umum yang ada di sekolah pun turut kami berikan diselaraskan sesuai dengan tujuan pemerintah dalam bidang pendidikan," ujarnya.

 

Baca : Ingin Kuliah di Luar Negeri, Ini Rekomendasi Universitas Terbaik di Dunia

Sejak tahun 2019, Kata Teten, jumlah relawan Saung Galah sudah mencapai puluhan orang baik dari daerah bahkan dari mancanegara yang berasal dari 12 negara. Akan tetapi, untuk saat ini ada 7 orang yang aktif dan stay di Saung Galah sebagai pioneer karena memang tidak diharuskan stay di Saung Galah.

"Adapun program yang sekarang berjalan yakni Tadarus Budaya dimana program tersebut mengunjungi tempat yang mengandung histori atau sejarah yang kemudian dikampanyekan melalui media digital. Tapi, karena sekarang sedang pandemi agak sedikit terganggu namun harus tetap berkreasi sebagai media edukasi," katanya.

Menyikapi keadaan pandemi saat ini, peran Saung Galah menyediakan ruang belajar bersama dengan metode komunikasi dua arah. Tidak hanya menyampaikan materi dari guru ke siswa akan tetapi, siswa tersebut akan menyampaikan kembali kepada rekan-rekannya.

"Walaupun wadahnya kecil, kami berharap dapat membantu program pemerintah serta bisa ekstensi di dalam dunia pendidikan dengan melahirkan sosok siswa dan siswi yang berprestasi baik pendidikan formal maupun non formal agar cerdas dalam berfikir, kreatif dalam berkarya, serta bijak dalam bertindak," ucapnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini