Berbagai Permainan Jadi Sarana Edukasi Bagi Anak Kampung Budak Capetang

Selasa, 01 September 2020 12:52 Eris Kuswara NewSmart

Berbagai Permainan Jadi Sarana Edukasi Bagi Anak Kampung Budak Capetang

 

Koropak.co.id - Kelompok Kerja II Kampung Budak Capetang (KBC) RW 03 Babakan Kalangsari bersama dengan Forum Anak Kota Tasik (Fantastik) dan Mahasiswa Universitas Negeri Galuh (Unigal) Ciamis, menggelar permainan dan edukasi dengan tema One Day One Story yang dilaksanakan di Balai Riung KBC RW 03 Babakan Kalangsari Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, Minggu (30/8/2020).

Ketua Kelompok Kerja II KBC, Winny mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli 2020 lalu. Meskipun momentumnya sudah lewat, namun tidak ada salahnya diperingati kembali dengan diisi berbagai permainan dan edukasi.

"Selain menghibur, kegiatan ini lebih ke arah mengedukasi anak-anak di tengah Pandemi Covid-19. Kita gelar Anak Punya Cerita (Alpata), Kreasi Anti Korona dengan mengajarkan anak-anak cara membuat hand sanitizer dari lidah buaya, membuat pohon harapan yang didalamnya berisi tentang harapan dari anak-anak kepada pemerintah, serta membuat video dengan narasi tentang masalah pembelajaran sebelum dan sesudah pandemi Covid-19," terang Winny.

Melalui kegiatan tersebut lanjut dia, diharapkan mampu menciptakan anak-anak yang mandiri, cerdas dan tetap menjunjung tinggi sifat kegotongroyongan dan jiwa sosial.

 

Baca : Warga Babakan Kalangsari Wujudkan Kampung Ramah Anak

 

Koropak.co.id - Berbagai Permainan Jadi Sarana Edukasi Bagi Anak Kampung Budak Capetang

 

Lihat : Kampung Ramah Anak Wujudkan Kota Tasikmalaya Layak Anak

 

Sementara itu, Perwakilan Fantastik, Lovina menuturkan, anak-anak merupakan harapan bangsa, sehingga sejak dini harus dipersiapkan kepada hal-hal baik.

"Disini, anak-anak disuruh bercerita tentang apa saja yang mereka ketahui dan yang ingin mereka katakan. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian mereka dalam berbicara di depan umum yang tentunya dengan bahasa dan etika yang baik," tutur Lovina.

Hal senada dikatakan Mahasiswa Universitas Negeri Galuh Ciamis, Yoga. Menurutnya, Peringatan HAN tahun 2020 tentunya sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena, dalam pelaksanaan HAN tahun ini sedang dalam kondisi pandemi Covid-19 yang berdampak pada kehidupan masyarakat termasuk anak-anak.

"Kebijakan physical distancing serta keharusan beraktivitas dan belajar di rumah, tentunya hal ini membawa dampak pada berubahnya pola belajar, pola bekerja dan pola hidup keluarga. Bahkan bagi anak-anak, keharusan untuk beraktivitas di rumah, menjadikan mereka kurang waktu untuk bermain, belajar, dan berinteraksi dengan teman atau lingkungan sekitarnya," tutur Yoga.*

 

Baca : Hari Anak Nasional 2020, Shalawat Nabi dan Barzanji Bergema di Gedung Negara

Baca : Melalui Program Sofa Kuning, Mola TV Angkat Kembali Lagu Anak Indonesia