Anak Tak Punya HP Untuk PJJ, Orang Tua Siswa Minta Pembelajaran Tatap Muka

Rabu, 29 Juli 2020 14:23 Eris Kuswara NewSmart

Anak Tak Punya HP Untuk PJJ, Orang Tua Siswa Minta Pembelajaran Tatap Muka

 

Koropak.co.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya, menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengusung tema "Meninjau Ulang Kebijakan Belajar Dari Rumah Pada Zona Biru Kota Tasikmalaya", yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (28/7/2020).

Ketua Umum DPD PGM Kota Tasikmalaya, Asep Rizal Asy'ari mengatakan, kegiatan tersebut untuk menyikapi adanya tuntutan masyarakat tentang pembelajaran secara tatap muka.

Ia menyebutkan kebijakan pembelajaran secara jarak jauh, merupakan kebijakan pemerintah pusat sesuai dengan prinsip keselamatan anak, peserta didik, guru-guru, orang tuanya termasuk masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Ketika pembelajaran secara tatap muka tidak diperkenankan untuk semua jenjang pendidikan, sepanjang koridornya tidak melanggar, maka harus ditaati. Oleh karena itu, kami meminta agar masyarakat bisa bersabar dan berdoa agar Kota Tasikmalaya sesegara mungkin masuk zona hijau, sehingga pembelajaran tatap muka segera diperkenankan meskipun dengan syarat yang ketat dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Asep.

 

Anak Tak Punya HP Untuk PJJ, Orang Tua Siswa Minta Pembelajaran Tatap Muka

 

Baca : PGM Kota Tasikmalaya Kembali Datangi DPRD Kota Tasikmalaya

 

Sementara itu, Sekretaris Umum DPD PGM Kota Tasikmalaya, Arif Rivandi menuturkan, DPD PGM Kota Tasikmalaya ingin meninjau ulang kembali proses belajar di rumah pada zona biru di Kota Tasikmalaya.

Menurut dia, itu merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang turunkan ke Kota Tasikmalaya, sehingga sekolah maupun madrasah hingga saat ini belum diperbolehkan untuk melaksanakan pembelajaran dengan tatap muka.

"Namun dengan adanya keinginan orangtua murid yang sangat tinggi agar pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan juga pertimbangan para guru tentang tingkat kerumitan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah, maka harus ada formulasi untuk memecahkan permasalahan ini," tutur Arif.

 

Baca : Dewan Sepakat KBM Tahun Ajaran Dilakukan Secara Daring

 

Dikatakan, kebijakan yang diambil Pemerintah juga harus berbanding sama dengan pembukaan mal, pasar dan berbagai kegiatan lainnya secara ekonomi, yang sudah dibuka secara bebas untuk publik.

"Melalui diskusi ini, kami mendengarkan berbagai keluhan dari siswa, orangtua, guru, komite, pimpinan organisasi dan lainnya. Hasil diskusi ini akan kami bawa ke Tim Satuan Gugus Tugas Kota Tasikmalaya. Yang jelas para guru juga mengalami kerumitan dengan program pembelajaran daring, dimana tidak semua anak memiliki handphone," tuturnya.

Selanjutnya tambah dia, PGM Kota Tasikmalaya juga ingin Satuan Gugus Tugas bisa hadir di seluruh satuan pendidikan agar bisa memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan pendidikan di lapangan, seperti masker, hand sanitizer, desinfektan, termo gun dan lainnya.*

 

Baca : Tahun Ajaran Baru Dimulai Pembelajaran di Kota Tasikmalaya Dilakukan Secara Daring