Pondok Pesantren Al-Musaddadiyah Garut

Rabu, 21 Februari 2018 10:04 Kemala Adiyatma Ponpes

Pondok Pesantren Al-Musaddadiyah Garut

Cetak Generasi Berilmu Amaliah dan Beramal Ilmiah

Koropak.co.id - Pondok Pesantren Al-Musaddadiyah Garut merupakan salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Al-Musaddadiyah Garut, yang sekarang diketuai oleh Prof Dr Hj Ummu Salamah, yang berlokasi di Komplek Al-Musaddadiyah Jayaraga Tarogong Kidul Garut. Pondok Pesantren ini termasuk salah satu pesantren yang terbesar. Berdiri pada tahun 1990, pendirinya adalah Prof KH Anwar Musaddad, salah seorang ulama besar yang lahir di Jawa Barat, rektor pertama IAIN (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

Semasa hidupnya, KH Anwar Musaddad selalu menebar senyum optimisme. KH Anwar Musaddad dikenal sebagai ulama yang mengedepankan gaya hidup wara, zuhud, dan tawadhu, sebuah proses yang menjadi bagian dari dunia sufi. KH Anwar Musaddad sangat suka untuk memperpanjang dan melakukan silaturahim.

Pondok Pesantren Al-Musaddadiyah GarutAda banyak hal yang menonjol dan keistimewaan pada diri KH Anwar Musaddad. Bahkan, kini dapat dikatakan bahwa ”keistimewaan” itu merupakan sesuatu yang langka. Di usianya yang lanjut, secara fisik, KH Anwar Musaddad masih tampak segar-bugar. Tatapan dan sorot matanya sangat tajam. Raut muka yang penuh wibawanya tidak mengurangi kelemah-lembutannya terhadap siapapun. Secara alami, KH Anwar Musaddad tidak mengidap penyakit tua (pikun).

Setelah KH Anwar Musaddad wafat, pada tahun 1999 kepemimpinan pondok dilanjutkan oleh putra putrinya, dan saat ini pimpinan pondok dipegang oleh Hj Yies Sa’diyah dan KH Drs Asep Saefuddin. Ponpes Al-Musaddadiyah hanya menerima santri yang tengah bersekolah. Saat ini jumlah santri putra dan putri mencapai kurang lebih 500 santri.

Pondok Pesantren Al-Musaddadiyah Garut mengusung visi menjadikan Pondok Pesantren Al-Musaddadiyah Garut menjadi Boarding School dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berakhlaqul karimah, yang memiliki IMTAQ (Iman dan Taqwa) dan menguasai IMTEK (Ilmu Pengetahuan Teknologi), sebagai perwujudan dalam mencetak generasi yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah yang siap menghadapi perkembangan zaman.

Sistem pengajaran sesuai dengan tingkatan sekolah, dan mengusung metode pembelajaran Qira’atul kutub (bandongan), sorogan dan diskusi. Serta kitab kuning dengan tingkat dan kemampuan santri yang ada.*