Universitas Galuh Ciamis Dorong Pemuda Berkemauan Jadi Petani

Sabtu, 21 Desember 2019 21:09 Clara Aditia Kuliah

Universitas Galuh Ciamis Dorong Pemuda Berkemauan Jadi Petani


Koropak.co.id - Fakultas Pertanian Universitas Galuh Ciamis menggelar Seminar Nasional Pertanian dengan tema "Pembangunan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Untuk Menunjang Industri 4.0" yang dilangsungkan di Auditorium Unigal Ciamis, Sabtu (21/12/2019).

Dijumpai Koropak selepas seminar, Ketua Senat Fakultas Pertanian, Indra Lesmana menuturkan seminar nasional digelar seiring dengan kemerosotan jumlah petani muda dari tahun ke tahun. Padahal regenerasi petani sangatlah diharapkan.

"Kita perlu membangun pemuda untuk memiliki kemauan untuk bertani. Terlebih saat ini potensi produk pertanian berkearifan lokal sangat luar biasa. Misalnya cabe dan kopi dengan harga yang cukup bagus," katanya.

Seminar nasional tersebut, ucap Indra, juga menjadi upaya membangun sinergitas antara petani dan kebijakan pemerintah agar pembangunan pertanian bisa dimulai dari kearifan lokal terlebih dahulu.

"Di seminar nasional ini kita pertemukan kelompok tani dengan investor dan stakeholder pertanian sehingga diharapkan kelak mereka bisa menindaklanjuti pertemuan dengan kerjasama di bidang pertanian," ujarnya.

Dalam seminar nasional tersebut, dihadirkan tiga narasumber, yakni Dr Ismaya Parawangsa dari Kementerian Pertanian, Imam Sujono yang merupakan Presiden Patra Indonesia dari Bondowoso, serta Alfi Irvan yang merupakan CEO Agri Socio dari Bogor.

 

Koropak.co.id - Universitas Galuh Ciamis Dorong Pemuda Berkemauan Jadi Petani

 

Baca : Meski Dilanda Kemarau, Stok Pangan di Kabupaten Ciamis Masih Aman

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Galuh Ciamis, Dr. drh. Agus Yuniawan Isyanto, M.P menuturkan seminar nasional merupakan sumbangsih mahasiswa Fakultas Pertanian Unigal untuk pembangunan pertanian di Kabupaten Ciamis. Panitia seminar nasional juga memfasilitasi pertemuan petani cabai di Sukamantri dengan investor dan melibatkan Dinas Pertanian.

"Dalam menghadapi revolusi industri, para pemuda diharap memiliki kemauan untuk terjun dunia pertanian agar ada regenerasi petani. Harus ada perubahan mind set dari awalnya petani hanya berkutat di cangkul dan tanah, padahal dunia pertanian itu sangat luas, baik dalam industri on farm maupun off farm nya," ucap Agus.

Saat ini, ucap Agus, kendala regenerasi petani adalah kemauan individunya. Tidak sedikit lulusan pertanian yang hengkang ke bidang pekerjaan di luar disiplin ilmu pertanian.

"Kami harapkan para pemuda, khususnya mahasiswa pertanian mau menjadi regenerasi petani, karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan meneruskan. Terlebih para pemuda, khususnya mahasiswa Fakultas Pertanian yang memiliki disiplin ilmu pertanian, merupakan generasi yang diharapkan mampu membangun pertanian," ucapnya.*

 

Baca pula : Fakultas Ekonomi Unigal Siap Sukseskan Sensus Penduduk Online 2020