Kualitas Pembelajaran Tanggung Jawab Guru

Senin, 25 November 2019 22:49 D. Farhan Kamil NewSmart

Kualitas Pembelajaran Tanggung Jawab Guru

 

 

Koropak.co.id - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Ahmad Juhana, M.Pd mengatakan, seluruh guru, pendidik, tenaga pendidikan, tenaga administrasi terutama para guru honorer, selama ini tiada kenal lelah mengisi kekosongan guru dengan mengajar sepenuh hati.

Tanpa dedikasi mereka, dapat dibayangkan bagaimana proses pembelajaran berlangsung bila gurunya tidak ada. "Maka wajar, berbagai pihak memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dan kualitas mereka," kata Ahmad, seusai acara HUT PGRI ke-74 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019 yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Senin (25/11/2019).

Menurutnya, kualitas pembelajaran adalah tugas dan tanggung jawab yang harus dipegang teguh para guru, sedangkan memperjuangkan aspirasi adalah komitmen pengurus.

Sebagai organisasi perjuangan, PGRI merupakan perwujudan wadah bagi para guru untuk selalu berjuang dalam memperoleh, mempertahankan, meningkatkan dan membela hak azasi guru baik sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan pemangku profesi keguruan.

"Lewat wadah ini, PGRI berjuang untuk mewujudkan misi hak-hak guru, kesejahteraan dan professionalitas guru," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Kualitas Pembelajaran Tanggung Jawab Guru (2)

 

Baca : Tanpa pendidikan Sejatinya Pemerintah Telah Gagal



Ditambahkan, garis perjuangan PGRI difokuskan pada beberapa aspek yaitu, peningkatan kinerja organisasi, peningkatan profesional guru, pemberdayaan potensi PGRI terhadap masyarakat.

"Titik fokus perjuangan PGRI adalah pemberdayaan guru. Sehinga guru dapat menjalankan tugas dan pengabdiannya dengan penuh tanggung jawab, loyalitas dan dedikasi secara profesional sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalisme dalam pembimbingan, pengajaran dan pelatihan terhadap peserta didik, sejalan dengan tuntutan kemajuan dan peradaban," tuturnya.*

 

Baca : Pendidikan Karakter Bukan Hanya Tanggungjawab Sekolah